Helvetia – Kabupaten Deli Serdang,
Kepala desa Helvetia Agus Salim SE akhirnya mencopot ketua RT FG Warga jln serbaguna Dusun IV Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli kabupaten Deli Serdang melalui hasil mediasi antara masyarakat dengan Kepala desa,Camat labuhan deli yang di Prakarsai oleh Polsek Labuhan Deli melalui Kanit intelkam Rabu 29/04/2026.
Pengangkatan ketua RT FG memang sempat menuai kritik tajam dan juga menimbulkan polemik ditengah-tengah masyarakat berhubung karena ada dugaan masyarakat campur tangan oleh pihak Luar bahkan disebut-sebut Kepala Desa gelap mata menambrak norma hukum yang berlaku sebagai mana mestinya Indonesia adalah negara demokrasi,dari kita oleh kita dan untuk kita dimana pengangkatan ketua RT Perdana harusnya dilibatkan masyarakat setempat sebelum ditetapkan dan disahkan oleh kepala desa.
“Dengar-dengar sih kepala desa ini mengangkat ketua RT FG ini karena ada oknum semacam Calo yang menekan kepala desa sehingga kepala desa pun gelap mata dan bertindak tidak sesuai dengan harapan masyarakat sebagai mana mestinya,ini kan belum ada sejarahnya ada ketua RT di kabupaten Deli Serdang ini,apalagi ini masih perdana harusnya kepala desa sedikit lebih dekat dengan masyarakatnya dan bagaimana norma-norma hukum yang sebenarnya diterapkan tanpa menciderai semangat demokrasi.” Ujar salah seorang warga yang meminta dirahasiakan namanya.
Ada juga beberapa informasi bahwa Ketua RT FG sudah habis uangnya untuk menjadi ketua RT karena hasil lobi-lobi politik bahkan seorang warga yang meminta dirahasiakan namanya juga mengatakan ada peran oknum yang berinisial GS yang bermain dibelakang layar dan juga dia disebut-sebut menerima aliran dana dari FG.
” Kalau tidak salah dugaan kami ada oknum inisial GS yang bermain di belakang layar bang sehingga kursi Ketua RT berhasil diduduki oleh FG karena kami dengar ada dugaan FG memberikan sejumlah uang kepada saudara GS” ujar menjelaskan kepada wartawan.
Terkait informasi tersebut,GS ketika dikonfirmasi oleh Awak media melalui WA namun dia hanya menjawab dengan singkat”ini tidak benar” Tanpa keterangan lebih lanjut, demikian pula mantan ketua RT FG juga seakan kompak memilih bungkam dan tidak memberikan komentar apapun terkait isu adanya dugaan oknum calo sampai berita ini diturunkan.
Kepala desa Helvetia Agus Salim SE ketika dikonfirmasi juga tidak membalas satupun pertanyaan wartawan sampai berita ini diturunkan.
Ditempat terpisah terkait isu penutupan kandang babi warga juga menuai kritik tajam dari masyarakat karena dianggap telah melukai rasa keadilan yang membunuh pencaharian masyarakat kecil kebawah dan juga telah menginjak-injak nilai-nilai budaya kearifan lokal masyarakat yang tanda kutip Nasrani.
Desakan Masyarakat melalui kepala desa dan Camat Labuhan Deli dan jajarannya menyampaikan keberatan atas surat edaran Kasat pol PP kabupaten Deli Serdang mereka meminta agar surat edaran tersebut segera dicabut dan segera pulihkan kembali situasi masyarakat agar kembali kondusif dan jauh dari ketakutan terhadap Peraturan pemerintah yang dianggap terjadi ketimpangan keadilan.
Beberapa warga sangat kecewa dengan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah aparat penegak hukum (APH) yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat tetapi berpikiran sempit yang hanya sibuk mengurus hal-hal yang tidak penting.
Masyarakat berharap Bupati Deli Serdang melalui kasat Satpol PP untuk mengambil kebijakan serta lebih fokus membangun sumber daya manusia,sumber daya alam, ekonomi rakyat bukan fokus untuk kepentingan politik dan golongan yang berlindung dibelakang Perda dan undang-undang yang dinilai terlalu mengada-ada dan tidak sejalan dengan semangat Pancasila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” yang harusnya pemerintah memikirkan Kesejahteraan rakyat bukan mengurus kandang babi yang dinilai sangat tidak bermanfaat bagi masyarakat.
“Sangat lucu bang, selera pemerintah kita saat ini rendah sekali dan bahkan hampir dikatakan menunjukkan jati diri yang tidak terpuji lebih sibuk ngurus kandang babi dari pada sibuk memikirkan apa yang mereka telah buat untuk kepentingan masyarakat , Padahal daging babi itu halal bagi agama kami dan merupakan bagian dari budaya kami, lalu dimana keadilan sosial yang diatur dalam butir Pancasila ? contohnya kami warga disini belum pernah dapatkan Bantuan sosial dari pemerintah,misalnya saja PKH, apakah pemerintah hanya tau menuntut Haknya tapi tidak tau diri apa yang telah mereka lakukan untuk masyarakat??ada apa dengan pemerintah kita ?? Kalau mau Kota Deli Serdang bersih dan nyaman mending urus itu Tempat-tempat lonte, narkoba, begal, Geng motor yang jauh lebih meresahkan masyarakat dari pada urus kandang babi Rendah sekali seleranya, semoga pemerintah dan Satpol PP kita lebih waras lagi,itu harapan kami “cetus salah satu warga dengan kesal. (Tim)






















































